Mahatma Ghandi
·
Lahir
: 2O ktober 1869 Porbandar,India
·
Meniggal
: 30 Januari 1948 (umur 78)New Delhi
·
Tempat
peristirahatan :Dikremasi,di Rajghat
Delhi
·
Dikenal
karena: Tokoh utama gerakan kemerdekaan India,mencetuskan ide
SatyagrahadanAhimsa.
·
Agama
: Hinduisme
·
Anak:
Harilal,Manilal,Ramdas,Devdas
·
Orang
tua : Putlibai Gandhi (ibu),Karamchand Gandhi (bapak)
Gandhi lahir pada 2
Oktober
1869 di negara bagian Gujarat di India. Beberapa
dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi
pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi
pengacara, dia pergi ke Afrika
Selatan,
sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian
memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat
mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah
gerakan non-kekerasan.
Ketika kembali ke India, dia membantu dalam
proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris; hal ini memberikan inspirasi
bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya
dan memecah Kemaharajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran.
Rakyat dari agama dan suku yang berbeda yang
hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu dipecah menjadi beberapa negara
agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang
ingin agar para pemeluk agama Hindu dan Islam mempunyai negara
sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia menyukai
pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa
manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama
secara damai di dalam satu negara.
Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India
dan Pakistan. Hal ini tidak
disetujui Gandhi.
Prinsip Gandhi, satyagraha, sering
diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju
kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis
demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson
Mandela.
Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang
berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan
(ahimsa).
Pada
30
Januari
1948, Gandhi dibunuh
seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia terlalu memihak kepada Muslim.
Aung San Suu Kyi
·
Lahir
: 19 Juni 1945 ,Yangon,Burma
·
Pekerjaan
:ekonom,politikus
·
Dikenal
karena : Pemimpin gerakan pro demokrasi Burma.
·
Agama
:Budha Theravada
·
Pasangan
: Michael Aris
·
Anaknya
: Alexander kim
Aung San Suu Kyi dilahirkan pada 19 Juni 1945. Ayahnya, Aung San, merundingkan kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947, dan dibunuh oleh saingannya pada tahun yang
sama. Aung San Suu Kyi tumbuh bersama ibunya, Khin Kyi, dan dua saudara
laki-laki, Aung San Lin dan Aung
San U in Yangon.
Aung San Lin tenggelam dalam kolam renang saat Suu Kyi masih menghabiskan
berumur delapan tahun. Suu Kyi bersekolah di sekolah Katolik Inggris di Burma,
tempat ia sebagian besar masa kecilnya.
Khin Kyi (khin kyi ma) memperoleh
kehormatan sebagai tokoh politik dalam pemerintahan Burma
yang baru terbentuk. Khin Kyi Ma ditunjuk sebagai duta besar Burma di India
pada tahun 1960, dan Aung San Suu Kyi mengikutinya ke sana, dan lulus dari Lady Shri Ram College
di New Delhi pada tahun 1964.
Ia melanjutkan pendidikannya di St Hugh's College, Oxford, memperoleh gelar B.A.
dalam bidang Filosofi, Politik, dan Ekonomi pada tahun 1989. Setelah lulus, ia
melanjutkan pendidikannya di New York, dan bekerja untuk pemerintah Persatuan Myanmar. Pada tahun 1972, Aung San Suu Kyi menikah
dengan Dr. Michael Aris, seorang pelajar kebudayaan Tibet.
Tahun berikutnya, ia melahirkan anak laki-laki pertamanya, Alexander, di
London; dan pada tahun 1977 dia melahirkan anak kedua, Kim, yang belajar di George
Washington University dari
Januari 1991 sampai Februari 1991.
Abraham Lincoln
·
Lahir
:12 Februari 1809 di Hardin County,Kentucky
·
Meninggal
: 15 april 1865 Amerika Serikat (56
tahun)
·
Kebangsaan
: Amerika
·
Partai
politik : Whig,Republik
·
Istri
:Mary Todd Lincoln
·
Pekerjaan
: Pengacara
·
Agama
: Kristen
Abraham Lincoln (lahir di Hardin County, Kentucky, 12 Februari 1809 – meninggal di Washington, D.C., 15 April 1865 pada umur 56 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16, menjabat sejak 4 Maret 1861 hingga terjadi pembunuhannya.[1] Dia
memimpin bangsanya keluar dari Perang Saudara Amerika, mempertahankan persatuan bangsa, dan menghapuskan
perbudakan. Namun, saat perang telah mendekati akhir, dia menjadi presiden AS
pertama yang dibunuhSebelum pelantikannya pada tahun 1860 sebagai presiden
pertama dari Partai Republik, Lincoln berprofesi sebagai pengacara, anggota
legislatif Illinois,
anggota DPR Amerika Serikat, dan dua kali gagal dalam pemilihan anggota senat.
Sebagai penentang perbudakan, Lincoln
memenangkan pencalonan presiden Amerika Serikat dari Partai Republik pada
tahun 1860 dan kemudian terpilih sebagai presiden Masa pemerintahannya diwarnai
dengan kekalahan dari pihak Negara Konfederasi Amerika, yang pro perbudakan, dalam Perang Saudara Amerika Dia mengeluarkan dekrit yang memerintahkan penghapusan
perbudakan melalui Proclamation of
Emancipation pada tahun 1863, dan menambahkan Pasal
ketiga belas ke dalam UUD AS pada tahun 1865.[
Lincoln mengawasi perang secara ketat,
termasuk pemilihan panglima perang seperti Ulysses S. Grant.]
Para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Lincoln mengorganisir faksi-faksi dalam Partai Republik
dengan baik, membawa tiap pemimpin faksi ke dalam kabinetnya dan memaksa mereka
bekerja sama.[rujukan?] Lincoln berhasil meredakan ketegangan
dengan Inggris
menyusul Skandal
Trent pada tahun 1861 Di bawah kepemimpinannya
pihak Utara berhasil menduduki wilayah Selatan dari awal peperangan.[rujukan?] Lincoln kemudian terpilih
kembali sebagai presiden AS pada tahun 1864.[rujukan?]
Para penentang perang mengkritisi Lincoln
karena sikapnya yang menolak berkompromi terhadap perbudakan.[rujukan?] Sebaliknya, kaum konservatif dari
golongan Republikan
Radikal, faksi pro penghapusan perbudakan Partai Republik,
mengkritisi Lincoln karena sikapnya yang lambat dalam penghapusan perbudakan.[rujukan?] Walaupun terhambat oleh
berbagai rintangan, Lincoln berhasil menyatukan opini publik melalui retorika
dan pidatonya; pidato terbaiknya adalah Pidato Gettysburg.[rujukan?] Mendekati akhir peperangan, Lincoln
bersikap moderat terhadap rekonstruksi, yaitu mendambakan persatuan kembali
bangsa melalui kebijakan rekonsiliasi yang lunak. Penggantinya, Andrew johnson, juga
mendambakan persatuan kembali orang kulit putih, tapi gagal mempertahankan hak
para budak yang baru dibebaskan.[rujukan?] Lincoln dinilai sebagai presiden AS yang
paling hebat sepanjang sejarah Amerika.[4]
John Locke
Lahir:
29 agustus 1632 wrington , somerset,inggris
Meninggal
: 28 oktober 1704 di makamkan high laver
John
Locke (lahir 29 Agustus 1632 – meninggal
28 Oktober 1704 pada umur
72 tahun) adalah seorang filsuf dari Inggris yang
menjadi salah satu tokoh utama dari pendekatan empirisme. Selain
itu, di dalam bidang filsafat
politik, Locke juga dikenal sebagai filsuf negara liberal.[2] Bersama dengan
rekannya, Isaac Newton, Locke dipandang sebagai salah satu figur
terpenting di era Pencerahan.[3][4] Selain
itu, Locke menandai lahirnya era Modern dan juga
era pasca-Descartes (post-Cartesian), karena pendekatan Descartes tidak
lagi menjadi satu-satunya pendekatan yang dominan di dalam pendekatan filsafat
waktu itu.[4][5][6] Kemudian
Locke juga menekankan pentingnya pendekatan empiris dan juga pentingnya
eksperimen-eksperimen di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.[6]Tulisan-tulisan Locke tidak hanya berhubungan dengan filsafat, tetapi juga tentang pendidikan, ekonomi, teologi, dan medis.[3] Karya-karya Locke yang terpenting adalah "Esai tentang Pemahaman Manusia" (Essay Concerning Human Understanding), Tulisan-Tulisan tentang Toleransi" (Letters of Toleration), dan "Dua Tulisan tentang Pemerintahan" (Two Treatises of Government).[7][8][3] John Locke dilahirkan pada tanggal 28 Agustus 1632 di Wrington, Somerset.[6][9] Keluarganya berasal dari kelas menengah dan ayahnya memiliki beberapa rumah dan tanah di sekitar Pensford, sebuah kota kecil di bagian selatan Bristol.[9] Selain bekerja sebagai pemilik tanah, ayah Locke bekerja juga sebagai pengacara dan melakukan tugas-tugas administratif di pemerintahan lokal.[6][9]
Pada tahun 1647, Locke belajar di Sekolah Westminster, yang pada waktu itu merupakan sekolah terkenal di Inggris.[9][6] Pendidikan di sana berpusat pada pelajaran bahasa-bahasa kuno, yaitu pertama-tama bahasa Latin, kemudian bahasa Yunani, dan juga bahasa Ibrani.[9] Setelah itu, pada tahun 1652, Locke mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan di Sekolah Gereja Kristus (Christ Church), Oxford, dan tinggal di sana sejak bulan Mei 1652.[6][9]
Di sekolah itu, Locke kurang menyukai metode skolastik dalam berdebat dan juga tema-tema metafisika dan logika.[6][9] Karena itu, Locke tidak mendapatkan nilai yang mengesankan ketika ia mendapatkan gelar hingga strata dua.[9] Ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca karya-karya sastra, seperti drama, roman, dan sebagainya.[9]
Setelah itu, Locke mulai menyenangi bidang medis, sebagaimana tertulis di dalam beberapa catatan pribadi Locke yang ditulis pada periode akhir dekade 1650-an.[9] Ia membuat banyak catatan tentang hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan dan pengobatan.[9]
Melalui minatnya dalam bidang medis, Locke mulai meminati filsafat alam sejak tahun 1658.[9] Pada awal tahun 1660, ia berjumpa dengan Robert Boyle yang akan banyak memengaruhinya kelak.[6][9] Sejak tahun 1660, Locke menambah minatnya dengan membaca filsafat mekanis yang baru muncul, yang dimulai dengan membaca karya Boyle.[9] Selain itu, ia juga mulai rajin membaca karya-karya Descartes.[9]
Perhatian Locke pada waktu-waktu ini tidak terbatas pada bidang medis dan filsafat alam saja, namun juga kepada bidang politik.[9] Situasi politik di Inggris pada waktu itu memang sedang bergejolak.[9] Cromwell, yang pada waktu itu telah mengubah sistem politik Inggris, meninggal pada tahun 1658 sehingga terjadi perubahan lagi di bawah pemerintahan Raja Charles II.[9] Charles II menghendaki pemerintahan yang dengan kuat menguasai negara dan gereja Inggris, dan Locke pada waktu itu mendukung pemerintahan Charles II.[9] Pada bulan November hingga Desember 1660, ia membuat suatu karangan singkat untuk menanggapi pandangan Edward Bagshaw, yang menegaskan perlunya hakim sipil dalam menentukan bentuk-bentuk ibadah keagamaan.[9] Kemudian pada tahun 1661-1662, Locke menulis dua karya lagi dalam bahasa Latin.[9] Karya pertama menegaskan lagi tesis yang dipakai untuk melawan argumentasi Bagshaw, dan karya kedua berisi penolakan terhadap posisi Gereja Katolik Roma yang menyatakan Alkitab perlu ditafsir tanpa ada kesalahan melalui lembaga magisterium.[9] Di sini, Locke menggunakan teologi Gereja Anglikan dalam mempertahankan pendapatnya.[9]
Pada tahun 1661, Locke diangkat menjadi dosen di sekolah Gereja Kristus tempatnya belajar dulu.[6][9] Ia mengajar bahasa Yunani dan bahasa Latin.[6][9] Kemudian pada tahun 1664, ia menjadi petugas sensor dalam bidang filsafat moral.[6][9] Selama periode ini, Locke melanjutkan minatnya pada bidang pengobatan dan filsafat alam.[9] Kemudian Locke belajar kepada Thomas Willis selama tahun 1661-1662 dan mempelajari kimia pada tahun 1663 kepada Boyle.[9] Selain itu, Locke juga membantu penelitian-penelitian yang mereka lakukan.[9]
Pada tahun 1665, Locke mendapat kesempatan untuk menjadi sekretaris Walter Vane yang bertugas melakukan misi diplomatik ke beberapa negara.[6][9] Locke meninggalkan Inggris pada bulan November dan kembali pada bulan Februari.[9] Melalui surat yang dikirimnya, tampak bahwa Locke menikmati kunjungan luar negeri pertamanya itu.[9] Setelah itu, Locke ditawarkan pekerjaan menjadi sekretaris untuk pekerjaan diplomasi ke Spanyol namun ia menolak.[9][6] Sekembalinya Locke ke Oxford, ia melanjutkan studinya dalam bidang kimia dan fisiologi.[9]
Pada tahun 1666, Locke bertemu dengan Lord Ashley yang di kemudian hari membuat perubahan besar dalam hidup Locke.[9] Pada tahun 1667, Locke pindah dari Oxford menuju London untuk bekerja di rumah Lord Ashley.[6][9][3] Locke tinggal di sini selama delapan tahun.[9] Selama di London, Locke juga membaca buku-buku pengobatan, namun di situ ia mendapatkan pengalaman langsung dalam soal-soal klinis karena ia menjadi asisten dari Thomas Sydenham yang adalah seorang dokter.[9][6] Locke menemani Sydenham dalam perjalanan-perjalanannya dan juga membuat catatan-catatan tentang soal-soal kesehatan.[9] Di sini, Locke membuat catatan yang akhirnya dibukukan dengan judul De Arte Medica, yang di dalamnya dipakai pendekatan empiris.[9]
Pada tahun 1668, Lord Ashley mengalami gangguan kesehatan yang cukup parah.[9] Locke melakukan operasi terhadap liver Lord Ashley dan keadaannya semakin membaik.[9] Karena itu, Lord Ashley menganggap Locke sebagai penyelamat hidupnya.[9] Setelah itu, untuk mendukung studi Locke dalam bidang kimia, Lord Ashley menyediakan laboratorium di rumahnya.[9]
Selain meningkatkan kemampuan dalam bidang kesehatan dengan praktik langsung bersama Sydenham, perkenalan Locke dengan Lord Ashley juga menambah pengalaman Locke dalam bidang politik.[9] Setahun setelah datang ke London, Locke menulis "Essay tentang Toleransi" yang isinya amat berbeda dengan dua karya yang ia tulis pada tahun 1660-1662.[9] Pada tahun 1669, Lord Ashley melibatkan Locke dalam urusan pendirian koloni baru di Carolina, khususnya dalam membuat konstitusi Carolina.[6][9] Locke menjalani tugasnya dalam membantu Lord Ashley hingga ia meninggalkan Inggris menuju Perancis pada tahun 1675.[6][9]
Ir.Soekarno
Ir.Soekarno yang biasa
dengan panggilan akrab Bung Karno lahir di Blitar, Jawa Timur pada tanggal 6
Juni 1901. Presiden pertama Indonesia ini lahir dari pasangan Raden Soekemi dan
Ida Ayu Nyoman Rai. Beliau adalah seorang orator handal yang telah diakui dan
disegani dunia.
Tokoh
proklamator yang sangat anti kolonialisme dan imperialisme ini
sejak kecil hanya beberapa tahun
tinggal bersama orang tuannya di Blitar karena saat sekolah dasar beliau
tinggal di Surabaya dan indekos di rumah H Oemar Said Tjokroaminoto (pendiri
Sarekat Islam). Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogre Burger School) dan
lulus pada tahun 1920. Setelah lulus beliau melanjutkan ke THS (Technische
Hooge School) yang saat ini bernama ITB (Institut Teknik Bandung) dan lulus
pada 25 Mei 1926 dengan gelar "Ir".
Beliau
mulai merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional
Indonesia) pada 4 Juli 1927 dengan tujuan kemerdekaan Indonesia. Menyadari hal
itu Belanda pun memasukkannya ke penjara Sukamiskin-Bandung pada 29 Desember
1929. Setelah dipenjara selama delapan bulan beliau baru disidangkan. Dalam
sidang beliau membuat pembelaan yang berjudul "Indonesia Menggugat"
dengan menunjukan pelanggaran oleh Belanda. Namun Belanda malah membubarkan PNI
pada Juli 1930.
Setelah
bebas pada tahun1931 Ir Soekarno bergabung dengan PARTINDO dan sekaligus
memimpinnya. Akibatnya beliau kembali di tangkap Belanda dan dibuang ke
Ende-Flores pada tahun 1933 dan empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.
Setelah
melalui perjuangan yang cukup panjang bersama seluruh rakyat Indonesia, Bung
Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang
BPUPKI pada 1 Juni 1945 Ir Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara
yang di sebutnya Pancasila. Ir Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai
presiden Indonesia dalam sidang PPKI pada 18 Agustus1945.
Bung
Karno yang menganut ideologi pembangunan berupaya mempersatukan nusantara
bahkan berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika dan Amerika latin
dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang
menjadi gerakan Non Blok. Berkat sepak terjangnya, Indonesia yang baru saja
merdeka sudah menjadi salah satu "macan asia", disegani negara-negara
asing dan dicintai/dibanggakan bangsa sendiri.
Pemberontakan
G30S/PKI melahirkan krisis politik hebat, namun Bung Karno tidak mau
membubarkan PKI tetapi hanya mengeluarkan surat perintah 11 Maret 1966 kepada
Soeharto untuk mengendalikan situasi, yang dikenal dengan "supersemar".
Surat perintah ini oleh Soeharto digunakan untuk membubarkan PKI. MPR
mengokohkan supersemar dan menolak pertanggung jawaban Soekarno. MPR pun
mengangkat Soeharto sebagai presiden karena telah dianggap berjasa dalam
mengendalikan keamanan.
Kesehatannya
terus memburuk yang pada hari minggu 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD.
Ia dimakamkan di Blitar-Jawa timur di dekat makam ibundanya Ida Ayu Nyoman Rai.
Pemerintah menganugerahkan gelar "Pahlawan Revolusi" kepadanya.
Bung
karno mempunyai tiga istri yakni Fatmawati, Hartini dan Ratna Sari Dewi seorang
istri turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto. Dari ketiga istrinya Bung Karno
di karuniai delapan orang anak yakni dari Fatmawati mempunyai anak Guntur,
Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh; dari Hartini mempunyai anak Taufan
dan Bayu; sedangkan dari Ratna Sari Dewi mempunyai anak Kartika.
·
Lahir : 6 Juni
1901,Blitar Jawa Timur
·
Meninggal : 21
Juni 1970 (69 tahun),Jakarta
·
Kebangsaan :
Indonesia
·
Partai Plitik :
PNI
·
Profesi :
Insinyur,Politikus
·
Agama : Islam
Masa kecil dan remaja
Rumah masa kecil Bung Karno
Soekarno
dilahirkan dengan seorang ayah yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan
ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai.[5] Keduanya
bertemu ketika Raden Soekemi yang merupakan seorang guru ditempatkan di Sekolah
Dasar Pribumi di Singaraja, Bali.[5] Nyoman
Rai merupakan keturunan bangsawan dari Bali dan beragama Hindu,
sedangkan Raden Soekemi sendiri beragama Islam.[5] Mereka telah
memiliki seorang putri yang bernama Sukarmini sebelum Soekarno lahir.[9] Ketika
kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung
Agung, Jawa Timur.[5]Ia bersekolah pertama kali di Tulung Agung hingga akhirnya ia pindah ke Mojokerto, mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota tersebut.[5] Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School, sekolah tempat ia bekerja.[9] Kemudian pada Juni 1911 Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS).[5] Pada tahun 1915, Soekarno telah menyelesaikan pendidikannya di ELS dan berhasil melanjutkan ke HBS di Surabaya, Jawa Timur.[5] Ia dapat diterima di HBS atas bantuan seorang kawan bapaknya yang bernama H.O.S. Tjokroaminoto.[5] Tjokroaminoto bahkan memberi tempat tinggal bagi Soekarno di pondokan kediamannya.[5] Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu, seperti Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis.[5] Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Dharmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo.[5] Nama organisasi tersebut kemudian ia ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918.[5] Selain itu, Soekarno juga aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.[9]
Soekarno sewaktu menjadi siswa HBS Soerabaja
Tamat
HBS Soerabaja
bulan Juli 1921[10], bersama
Djoko Asmo rekan satu angkatan di HBS, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang
ITB) di Bandung dengan
mengambil jurusan teknik sipil pada tahun 1921[11], setelah
dua bulan dia meninggalkan kuliah, tetapi pada tahun 1922 mendaftar
kembali[12] dan tamat
pada tahun 1926.[13] Soekarno
dinyatakan lulus ujian insinyur pada tanggal 25 Mei 1926 dan pada
Dies Natalis ke-6 TH Bandung tanggal 3 Juli 1926 dia
diwisuda bersama delapan belas insinyur lainnya.[14] Prof. Jacob Clay selaku
ketua fakultas pada saat itu menyatakan "Terutama penting peristiwa itu
bagi kita karena ada di antaranya 3 orang insinyur orang Jawa".[15] Mereka
adalah Soekarno, Anwari, dan Soetedjo[16], selain itu ada
seorang lagi dari Minahasa yaitu Johannes Alexander Henricus Ondang.[17]Saat di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto.[5] Di sana ia berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo, dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.
Sebagai arsitek
Bung Karno adalah presiden pertama Indonesia yang juga dikenal sebagai arsitek alumni dari Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung dengan mengambil jurusan teknik sipil dan tamat pada tahun 1926.[18] [19] [20]Pekerjaan dan Karya di Bidang Arsitektur
- Ir. Soekarno pada tahun 1926 mendirikan biro insinyur bersama Ir. Anwari, banyak mengerjakan rancang bangun bangunan. Selanjutnya bersama Ir. Rooseno juga merancang dan membangun rumah-rumah dan jenis bangunan lainnya.
- Ketika dibuang di Bengkulu menyempatkan merancang beberapa rumah dan merenovasi total masjid Jami' di tengah kota.[21]
tulisan diperbaiki tq
BalasHapusTolong tulisannya jangan di bikin dark mode
BalasHapus